Palu, 50detik.com– Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) gencar menyosialisasikan Gerakan Cegah Putus Pakai Kontrasepsi di masa pandemi virus corona atau corona virus disease 2019 (covid-19) untuk mencegah baby boom (meledaknya kelahiran bayi) jilid 2.

Betapa tidak, untuk mencegah mewabahnya covid-19 maka masyarakat diminta untuk lebih banyak berdiam di rumah dan dilarang jalan-jalan. Akibatnya, pasangan suami istri sering bertemu.

“Kita mencegah ibu-ibu banyak yang positif (hamil) karena stay at home (di rumah saja)”, kata Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah Maria Ernawati.
Erna mengungkapkan hal itu ketika bertemu Bupati Donggala Kasman Lassa di Banawa, Donggala, Rabu (29/4/2020).

Dikatakan, BKKBN mengajak semua pihak untuk bersama-sama menyukseskan Gerakan Cegah Putus Pakai Kontrasepsi pada Masa Pandemi Virus Corona. Serta memantau ketersediaan alat dan obat kontrasepsi (alokon) di Gudang alokon Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Donggala.

“Mohon dukungan Pak Bupati agar tetap ada pelayanan KB dan bebaskan retribusi pelayanan KB di masa pandemi covid-19”, pintahnya.

Ia mengingatkan bahwa di Indonesia pernah terjadi baby boom pada tahun 1960-an. Waktu itu, berkembangan di masyarakat, banyak anak banyak rezeki.

Namun, ia tetap mengingatkan bahwa pelayanan KB tetap berjalan namun tetap dalam protap pencegahan virus corona seperti menggunakan alat pelindung diri (APD) dan tidak diperkenankan adanya pengumpulan massa.

Untuk itu, kedatangannya ke Donggala dimanfaatkan untuk menyerahkan bantuan BKKBN berupa masker kain, alat pelindung diri khusus untuk Kesehatan, dan sapu tangan (handscoon).

Sebelumnya, BKKBN Sulteng telah membagi-bagikan masker kain kepada warga di Pasar Ganti dan Pelabuhan Donggala, warga Huntara di Palu, dan warga di Desa Sibowi Kabupaten Sigi. Program pembagian masker kain ini diinisiasi Forum GenRe Sulteng.

Kepada Bupati, Erna melaporkan bahwa program pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana (banggakencana) di Donggala berjalan dengan baik. Capaian peserta aktif program KB hingga Maret 2020 sebanyak 73,22 persen dari total pasangan usia subur (PUS).

Erna menambahkan bahwa core-bisnis BKKBN adalah pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana (banggakencana). Untuk itu, di masa pandemis virus corona, BKKBN aktif melakukan sosialisasi pencegahan korona dan memberikan bantuan sosial.

Bupati Donggala Kasman Lassa menyambut baik program BKKBN. Kasman mengaku masih memahami program Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

“Saya ini jupen (juru penerangan) jadi masih paham. Keterkaitan jupen dan BKKBN sangat erat,” ujarnya.

Bupati Donggala yang kini menjabat untuk kedua kalinya menceritakan bahwa di jaman Presiden Soeharto, jupen dan BKKBN terutama penyuluh keluarga berencana merupakan mitra utama.***

Penulis: Bramanda Noya, kasubbag umum & humas BKKBN Sulteng