Oleh: Darmawan (Wartawan)
DITENGAH sunyinya bangunan SDN Marambeau di Desa Karya Bersama, Kecamatan Pasangkayu, langkah politik seolah mulai terdengar pelan namun pasti.
Pada Selasa, 14 April 2026, Wakil Ketua II DPRD Pasangkayu, Muh Dasri turun langsung meninjau kondisi sekolah yang memprihatinkan.
Tak berselang lama, Wakil Bupati Pasangkayu, Herny Agus hadir di lokasi yang sama, membawa pesan perhatian terhadap dunia pendidikan.
Publik pun mulai membaca arah, Dua tokoh yang sama-sama digadang bakal bertarung di Pilkada mendatang tiba-tiba berada dalam irama langkah yang serupa.
Apakah ini sekadar kepedulian terhadap pendidikan, atau mulai terlihat “cawe-cawe” politik menjelang kontestasi?
Isyarat itu terasa makin kuat saat peringatan Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2026. Herny Agus dan Muh Dasri tampak berdiri di barisan kursi paling depan dengan busana serupa, warna biru.
Tanpa banyak gestur, tanpa perantara, namun kehadiran keduanya keberuntungan atau sudah dalam peraturan, sebagai pesan simbolik yang sulit diabaikan publik.
Belum selesai di sana, keduanya kembali terlihat bersama dalam kegiatan Car Free Day di Alun-Alun Pasangkayu. Di tengah keramaian warga, momen itu menjadi bahan pembicaraan hangat.
Politik Pasangkayu seolah mulai bergerak bukan lewat deklarasi, tetapi lewat pertemuan-pertemuan simbolik yang perlahan membangun persepsi.
Publik kini menunggu, apakah ini sekadar kebetulan agenda pemerintahan, atau awal dari peta koalisi besar menuju Pilkada Pasangkayu atau ini pesan Politik? (*)
