POSO . 50detik. com – Kabupaten Poso, kembali berduka dengan tewasnya empat orang warga sipil berdomisili di desa kalimago, Kecamatan Lore Timur, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Selasa, ( 11/5) 2021.

Ke empat warga bekerja sebagai petani tersebut. Telah menjadi sasaran korban pembunuhan sadis dari kelompok Orang Tak Dikenal ( OTK). Saat mereka berada di kebun masing – masing.

Atas kejadian ini, bupati dr. Verna Gladys Merry Inkiriwang dan M. Yasin Mangun. S. Sos sebagai wakil bupati Poso. Telah melayat keluarga korban sekaligus menyampaikan bela sungkawa yang mendalam.

Kedua pemimpin daerah tersebut, menyatakan mengutuk atas semua perbuatan orang tidak bertanggungjawab sekaligus menghilangkan nyawa masyarakat biasa yang tidak berdosa.

 

” Siapapun pelakunya , kami atas nama pemerintah daerah mengutuk segala perbuatan sadis dan tidak manusiawi, terjadi di desa kalimago sekarang.” Ujar bupati Poso.

Atas kejadian tersebut, bupati juga menyatakan bahwa duka ini, merupakan duka seluruh rakyat Poso, dan bukan hanya milik keluarga di tinggalkan.

“Ini duka bagi kami pemerintah daerah, duka kita semua rakyat poso, dan bukan cuma keluarga yang di tinggalkan,” tegas bupati Verna.

Terpisah – kejadian pembunuhan di lakukan kelompok OTK terjadi di desa Kalimago. Telah menjadi perhatian dan sorotan sejumlah tokoh dan lembaga yang ada di kabupaten poso.

“Aparat keamanan harus mampu dan secepatnya menyelesaikan berbagai tindakan kriminal di poso. Sudah terlalu banyak korban kalau kita kembali membuka lembaran kelam sejarah tanah poso dari tahun ke tahun.” Ujar Renaldy Damanik salah seorang tokoh agama.

Di ketahui, sekiranya kita membuka lembaran kelam tanah poso. Yang terjadi dari tahun 2012 sampai saat ini.

Maka kita akan menemukan sejumlah nama yang tewas secara menggenaskan, tanpa di ketahui kesalahanya.

Dari sejumlah nama tersebut, tidak hanya menyebutkan penduduk sipil tetapi sudah ada pula sejumlah nama dari satuan aparat keamanan yang terpaksa meregang nyawa saat bertugas.

Entah sampai kapan catatan pilu ini akan berakhir. Yang pasti seluruh rakyat poso hanya berharap agar daerah ini jangan lagi di jadikan lokasi perseteruan tanpa ada yang mampu menjelaskan siapa melawan siapa. **

Penulis: Ferdinand Puahadi