Laporan : Aco Ahmad

MAMUJU, 50detik.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BPBN) ikut menyiapkan 11 posko dengan mendirikan tenda-tenda bagi pengungsi yang terdampak akibat bencana alam gempa bumi yang mengguncang wilayah Kabupaten Majene-Mamuju.

“Saat ini kami telah menerjunkan tim untuk membangun posko pengungsian bagi korban terdampak bencana alam,” kata Brigpol Riswandi salah seorang pejabat BNPB yang ikut terlibat langsung memaksimalkan penanganan korban gempa bumi di Mamuju, Kamis, 21/1/2020.

Menurutnya, penanganan dampak bencana alam maka dibutuhkan kerjasama semua pihak mulai pusat, provinsi dan kabupaten.

Karena itu kata Riswandi, jajaran BPBD kabupaten Majene dan Mamuju mesti pro aktif berkordinasi agar penanganan bencana alam ini segera tertangani dengan maksimal.

“Daerah ini sedang terpuruk akibat bencana. Karena itu, pemerintah daerah dan masyarakat saling support agar daerah ini segera bangkit setelah dilanda bencana alam,” katanya.

Khusus di wilayah kabupaten Majene kata dia, hanya ada dua kecamatan paling terdampak yakni wilayah Kecamatan Malunda dan Ulumanda.

Didua kecamatan yang ada di Majene mengalami kondisi dengan tingkat kerusakan sangat parah baik fasilitas gedung pemerintah maupun masyarakat.

“Gedung gedung pemerintah daerah dan rumah penduduk banyak yang hancur. Kita akan fokus mengatasi kedaruratan hingga kondisi perekonomian di Sulbar kembali normal,” katanya.***

Laporan data sementara di Kabupaten Majene, Sulbar

189 orang luka berat, 214 luka sedang, 234 luka ringan, 4 orang meninggal dunia

Up date data pengungsi gempa di kec. malunda Kab. Majene
1.kel.malunda 530 kk
2. Kel.lamungan batu 437 kk
3, desa kayuangin 340 kk
4, desa lombong 420 kk
5, desa lombong timur 292 kk
6, desa meksel 278 kk
7, desa mekkatta 400 kk
8, desa maliaya 400 kk
9, desa bambangan 430 kkk
10, desa lombang 300 kk
11, desa lombang timur 274 kk
12, desa salutahongan 320 kk