Majene,  50detik.com – Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), ikut berkontribusi untuk membantu pembangunan Masjid darurat bagi korban gempa bumi yang mengguncang wilayah kabupaten Majene-Mamuju Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) pada 15 Januari 2021.

Tim BKPRMI Provinsi Sultra ini datang ke Majene dengan membawa logistik pembangunan rumah ibadah masjid darurat dikoordinir langsung, Kuat Mujabah bersama beberapa tim yang ikut menyertai dal aksi kemanusiaan ini.

Bantuan logistik ini diterima langsung Ketua Umum BKPRMI Provinsi Sulawesi Barat, Suardi, S.Ag, M.Pd di posko BKPRMI Peduli di Majene, Minggu, 7/2/2020.

Dalam kesempatan itu, Kuat Mujabah menyampaikan, bantuan logistik ini merupakan hasil donasi dari warga BKPRMI Sultra, Yayasan Baitul Mal Ummusshabri dan donasi dari lingkungan Kemenag Kota Kendari.

Kuat juga menyampaikan, salam hangat dari Ketua Umum BKPRMI Sultra, H.Zainal Mustamin, S.Ag, MA yang sebetulnya ingin mengunjungi warga yang terdampak gempa bumi, namun karena sesuatu hal maka beliau amanatkan ke kami untuk mengantar bantuan logistik ini.

“Kami berharap bantuan ini bisa dimanfaatkan untuk membangun masjid darurat di titik pengungsian. Apalagi, bangunan masjid darurat ini dimungkinkan digunakan hingga bulan Ramadhan,” katanya.

Selain memberikan bantuan logistik pembangunan rumah ibadah, rombongan BKPRMI Sultra juga menitipkan donasi dalam bentuk uang tunai dari Kemenag Kota Kendari dan Yayasan Baitul Mal Ummusshabri Kendari.

Ditempat yang sama, Ketum BKPRMI Sulbar, Suardi menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada seluruh warga BKPRMI di seluruh Indonesia, khususnya BKPRMI Sultra yang telah berbagi untuk korban gempa bumi di Majene maupun di Mamuju.

“Kami apresiasi atas inisiatif teman teman BKPRMI Sultra yang telah berbagi dengan warga terdampak gempa. Ini tentu bisa meringankan beban masyarakat yang betul betul membutuhkan,” kata Suardi.

Suardi mengatakan, relawan BKPRMI Sulbar langsung turun ke lapangan untuk membantu masyarakat yang terdampak gempa bumi di Mamuju dan Majene. Alhamdulillah, teman-teman masih bersemangat hingga hari ini.

Salah satu program BKPRMI Peduli saat ini kata dia, fokus pada pembangunan rumah ibadah masjid darurat untuk dimanfaatkan masyarakat yang ada di pengungsian.

Masyarakat yang terdampak gempa bumi masih bertahan di gang pengungsian karena khawatir terjadi gempa susulan. Sehingga warga yang ada di pengungsian mulai diteror ancaman penyakit khususnya balita dan Lansia.

“Korban gempa bumi sangat membutuhkan tim medis untuk menangani pengungsi. Semoga warga BKPRMI Sultra bisa memperhatikan hal ini agar masyarakat mendapatkan layanan kesehatan yang lebih maksimal,” Harap Suardi.***

Penulis Acho Antara