Palu, 50detik.cim–Bertempat di gedung RRI Palu Pro 1 FM Kepala Perwakilan (Kaper) BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah Dra. Maria Ernawati, M.M menjadi narasumber pada dialog interaktif yang merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Hari Keluarga Nasional ke 27 Kamis, (25/5/2020).

Bukan hanya kaper saja, Dialog Interaktif bertemakan membahas new normal pelayanan KB dan Kesehatan Reproduksi Dalam Mewujudkan Keluarga yang terencana juga turut menghadirkan Sekretaris Daerah Provinsi Sulteng Dr. Mohamad Hidayat Lamakarate, M.Si melalui telpon dan dr. Herdhana Suwartono, SpOG (K) Onk yang berkesempatan hadir bersama Kaper di studio.

LDi tahun ini perhelatan hari keluarga nasional tidak dilaksanakan seperti tahun tahun sebelumnya, beradaptasi dengan kondisi pandemic Covid-19, BKKBN akan merayakannya melalui pelayanan KB sejuta akseptor dengan target 24.916 berupa pelayanan KB Baru, ulangan, dan ganti cara
“24.916 menjadi target yang diberikan untuk sulteng, sampai saat ini data yang masuk akseptor yang terdaftar sudah mencapai 19.420, dalam beberapa hari kedepan kami berharap angka ini akan terus bertambah,” ungkap Erna.

Sekdaprov mengatakan bahwa Pendewasan Usia Perkawinan 21 tahun bagi perempuan dan 25 tahun bagi laki-laki yang digaungkan oleh BKKBN merupakan upaya yang dilakukan pemerintah untuk menghasilkan generasi yang berkualitas
“Pemerintah tidak menghalang-halangi warga untuk punya anak, tetapi ini untuk kebaikan bersama dengan dasar pertimbangan yang jelas dari segi kesehatan, psikologi, ekonomi, dsb” jelasnya saat menjawab salah satu pertanyaan dari penikmat RRI Pro 1.

Angka kematian Ibu yang masih tinggi khususnya usia 15-19 tahun di Indonesia Berdasarkan Survei Antar Sensus (SUPAS) 2015 sebesar 305 per 100.000 yang dimana kurang lebih 75% kematian ibu disebabkan Perdarahan parah, infeksi, Tekanan darah tinggi saat kehamilan, Partus lama/macet dan aborsi yang tidak aman ta khayal membuat BKKBN dan Kementerian Kesehatan bekerjasama untuk menurunkan AKI diantaranya melalui promosi Pendewasan Usia Perkawinan 21 tahun bagi perempuan 25 tahun bagi laki-laki dan penggunaan alat kontrasepsi untuk Kesehatan dan keselamatan ibu dan anak.

“Persalinan di rumah cenderung berisiko dibandingkan di fasilitas pelayanan Kesehatan, banyak Ibu yang seharusnya tidak meninggal tetapi meninggal karena tidak mendapatkan upaya pencegahan dan penanganan yang seharusnya.” Unjar dr. Herdhana yang merupakan konsultan onkologi pertama di Sulawesi Tengah

Humas BKKBN Sulteng