foto: detikfinance

Jakarta, 50detik.com—Pengaruh teknologi digital memberi pengaruh dua sisi yang berbeda, di satu pihak bisa menjangkau informasi dunia tanpa batas, namun dipihak lain ternyata juga memberi pengaruh buruk dalam kehidupan masyarakat.

Sebab ternyata sebagian orang memanfaatkan untuk hal-hal yang bertentangan dengan norma agama dan susila, seperti halnya makin meluasnya  bisnis kelam lewat internet, salah satunya adalah prostitusi online.

Dikutif dari detikFinance, belakangan bisnis prostitusi ini hangat muncul ke permukaan pasca artis Vanessa Angel diciduk polisi di Surabaya.

Di Indonesia, seperti diurai detikfinance,  bisnis prostitusi online ini, meskipun tabu tapi masih mudah ditemui di masyarakat. Sebab ternyata masih banyak masyarakat Indonesia yang mau menghabiskan uangnya untuk membeli kepuasaan sesaat.

Bahkan, Indonesia disebut sebagai salah satu negara dengan perputaran uang dari prostitusi terbesar di dunia. Hal itu berdasarkan laporan dari Havocscope, lembaga peneliti pasar gelap di dunia, termasuk prostitusi.

Havocscope mencatat total perputaran uang dari bisnis prostitusi mencapai US$ 186 miliar atau bila dihitung dengan kurs saat ini mencapai Rp 2.697 triliun (kurs: Rp 14.500/dolar AS).

Indonesia berada di antara 24 negara yang ada di daftar Havocscope. Menurut laporan ini, perputaran uang di dunia prostitusi di Indonesia mencapai US$ 2,25 miliar atau setara Rp 32 triliun (pada kurs Rp 14.500).

Sumber: detikfinance

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here