Biaya Tenan Mahal, Sebagian UMKM Lokal Pasangkayu Hanya Jadi Penonton di Festival Sulbar Harmoni

Pasangkayu 50detik.com— Festival Sulbar Harmoni kini diperbincangkan para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) hingga masyarakat, pasalnya biaya Tenan dinilai tidak bersahabat. Terpaksa mereka hanya menjadi penonton.

Kegiatan tersebut berlangsung di Alun-alun Pasangkayu sejak 21-30 November 2025 kini menuai banyak keluhan dari pelaku UMKM lokal.

Acara yang sejatinya diharapkan menjadi panggung promosi bagi usaha kecil justru dianggap tidak ramah karena tingginya biaya sewa tenan.

Meski membawa slogan besar “UMKM Hebat”, acara ini dinilai belum sepenuhnya menghadirkan ruang kreatif bagi pelaku usaha kecil di daerah.

Beberapa pedagang mengaku tidak bisa ikut karena tarif tenda berukuran 4×4 meter yang dipatok sekitar Rp3 juta dinilai terlalu mahal untuk ukuran pelaku UMKM kecil.

Harga tersebut membuat mereka ragu untuk ambil bagian, sebab keuntungan yang diperoleh belum tentu cukup untuk menutup biaya sewa.

“Kami mau ikut sebenarnya, tapi harganya terlalu tinggi. Modal kami terbatas, takutnya malah rugi kalau ikut,” kata  pedagang makanan ringan di anjungan Pasangkayu, Senin 24 November 2025.

Keluhan ini juga datang dari penjual minuman dan gorengan yang merasa kegiatan tersebut belum memberikan ruang yang adil bagi UMKM lokal.

“Festivalnya bagus, tapi harusnya ada keringanan untuk UMKM Pasangkayu. Kalau semua harus bayar mahal, kami hanya bisa menonton,” ujarnya.

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Bidang Perdagangan UMKM Kabupaten Pasangkayu, Susriani, menegaskan bahwa Dinas Koperindag tidak memungut biaya apa pun dari para pelaku usaha.

“Kami hanya menyiapkan tempat. Tidak ada biaya tambahan dari pihak kami. Soal harga tenan bukan bagian dari kewenangan kami,” jelasnya.

Pernyataan ini membuat perhatian publik tertuju kepada panitia penyelenggara festival, yang hingga kini belum memberikan penjelasan resmi mengenai alasan tingginya tarif sewa.

Banyak pelaku UMKM lokal berharap agar kegiatan seperti Festival Sulbar Harmoni dapat dirancang lebih ramah bagi usaha kecil, misalnya dengan menyediakan harga khusus bagi pedagang lokal atau memberi subsidi bagi UMKM yang belum memiliki modal besar.

Mereka menilai festival daerah semestinya menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produk lokal dan membuka pasar baru, bukan membebani peserta dengan biaya tinggi.

Oleh karena itu,pelaku UMKM lokal menunggu tindak lanjut pemerintah daerah dan panitia penyelenggara untuk memastikan bahwa festival tersebut mendukung pertumbuhan UMKM Pasangkayu.

Laporan: Wawan

Pos terkait