Laporan: Darmawan

Yogyakarta, 50detik.com- Pendidikan merupakan hal terpenting bagi setiap orang. Untuk itu, Muh Zulfaldi yang akrap disapa Faldi yang menyadari itu nekat tinggalkan Sulawesi demi untuk mendapat pendidikan lebih tinggi di Universitas PGRI Yogyakarta.

Berada jauh dari kampung sendiri, bukan saatnya untuk gengsi menjalani hidup di daerah orang untuk melangsungkan hidup dan pendidikan demi untuk meraih mimpi demi masa depan lebih baik.

Anak dari pasangan Abdul Asis-Muliani ketika di Pulau Jawa melanjukan pendidikan Stara Satu (SI) jurusan sejarah telah memasuki semester tujuh terpaksa berjualan roti bakar milik orang lain untuk mendapatkan uang tambahan kuliah. Karena hasil pertanian yang diharapkan dari orang tunya pun habis terbawa abrasi sungai lariang banjir beberapa waktu lalu.

Faldi kelahiran Lariang 15 September 1998 mengaku, sepulang dari kampus  tidak beristirahat, melainkan ia harus keluar dari Asrama tempat ia tinggal untuk belanja kebutuhan bahan kue bakarnya untuk di jualnya di malam hari.

Menurut mahasiswa sejarah itu, kuliah sambil bekerja ini sangat berat, karena waktu kuliah dan bekerja serta belajar harus dikerjakan. Sehingga ia pun mengisi waktu belajarnya ditempat jualan  roti bakarnya membaca buku ketika sepi pembeli.

“Kuliah sambil bekerja sangat berat Pak, saya harus mamfaatkan waktu saya belajar ditempat jualan roti bakar, tapi mau diapa lagi ini harus dilakukan demi mengurangi beban orang tua dan untuk memenuhi kebutuhan” Ungkapnya

Fadli mengaku, dari hasil jualan roti bakarnya itu, ia mendapatkan upah dalam perbulannya 1 juta rupiah dari pemilik groba roti bakar. Dimana roti bakar yang dijualnya setiap malam menghasilkan Rp 200.000 sampai 250.000 dalam permalamnya.

Sementara pemilik gerobak memberinya target jualan roti 20 roti keatas. Ketika target tercapai pemilik geroba memberinya tambahan gaji 200 ribu dari jumlah upah yang diberikan 1 juta dalam perbulannya

“Saya tidak malu pak jualan roti, ini kan pekerjaan halal jadi buat apa harus malu bahkan saya biasa berjualan roti bakar di kampus tempat kuliah ketika jam pelajaran sedikit. Ini dilakukan demi mengisi kekosongan jam pelajaran di kampusnya” Sebutnya.

Ketika jam 05:00 sore, grobak jualan roti pun mulai diatur di depan Asrama Pasangkayu tepatnya di jalan Gelagah Sari Yogyakarta. Karena pada malam harinya ia mulai menjajakan jualan roti bakarnya kepada masyarakar umum.

Ketika ditanya terkait cita-citanya, mahasiswa asal kelahiran Lariang ini memiliki berci-tacita menjadi guru pendidikan sejarah di kampung halamannya. Kelak ketika ini lulus menjadi Sarjana di kampus ia kuliah nanti.

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here