Laporan : Mulyadi T Bua

Bangkep50detik.com-Kebutuhan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, menjadi hal pokok yang segera di realisasikan pemerintah.

Ketersediaan alat kesehatan (alkes) dan obat-obatan menjadi salah satu elemen penting dalam pemenuhan kebutuhan warga terhadap kesehatan. Tapi jika salah satu elemen itu, tidak memenuhi standardisasi kesehatan tentu menimbulkan persoalan pelik dan perlu disikapi segera. Seperti obat kadaluwarsa yang diberikan kepada pasien misalnya. Tentu menjadi kasus krusial yang segera ditangani oleh institusi yang bersinggungan dengan kesehatan.

Menyinggung obat kadaluwarsa, ternyata diduga dihampir seluruh puskesmas Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) Sulteng, telah beredar. Ini yang membuat warga di wilayah itu resah dan kuatir untuk mengonsumsinya.

Hal itu sesuai dengan temuan Dewan Bangkep, khususnya Komisi I yang ketika memonitoring sejumlah puskes mas di Bangkep.

Ketua Komisi I DPRD Bangkep Irwanto T Bua kepada sejumlah wartawan membenarkan jika diduga ada obat kadaluwarsa yang beredar di Puskesmas-Puskesmas di Bangkep.

Kunjungan yang telah dimulai sejak Rabu (4/3) lalu sampai Jumat (5/3) hari ini. Melahirkan spekulasi tim monitoring telah terjadi penyimpangan dalam pengadaan obat-obatan itu.

“Kami sudah berdialog dengan para petugas Puskesmas. Adapun mengenai obat-obatan kadaluwarsa alasannya karena lambatnya distribusi,” jelas Ketua Komisi I, Irwanto I T Bua.

Dari keterangan tersebut disinyalir, obat-obatan sampai ke Puskesmas ketika mendekati masa kadaluwarsa. sehingga tenggak waktunya terlampau pendek. Apalagi terdapat regulasi yang mengatur adanya karantina obat-obatan pada 3 bulan pra kadaluwarsa.

“Untuk kesimpulan seluruh kunjungan Puskesmas nanti kami akan ungkap melalui konferensi pers sembari menunggu laporan tim lainnya,” katanya.

Kembali mantan wartawan yang menjadi aleg ini menegaskan, hal yang berkaitan dengan kesehatan harus disikapi secara tegas dan cepat. Mengingat kesehatan menjadi kebutuhan dasar bagi seluruh rakyat Bangkep.***