POSO . 50detik.com –     Dewan Pimpinan Cabang (DPC)  dan jajaran  pengurus Partai  Demokrat  di Kabupaten Poso,   telah melakukan  rapat konsolidasi  guna  menetapkan  usulan Calon  Dewan Pimpinan Daerah  (DPD)  Partai Demokrat tingkat Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), berlangsung di sekretariat Partai Demokrat, beralamat di  Kelurahan Sayo Poso.

Rapat tersebut, telah di hadiri  dan di pimpin  langsung  ketua  Dewan Pimpinan Cabang (DPC)  Ellen Ester Pelealu bersama seluruh  jajaran pengurus.  Dari pertemuan tersebut, telah menghasilkan keputusan  untuk  mengusung kembali  nama  Drs. H. Anwar Hafid  sebagai calon Ketua (DPD) Partai Demokrat  Sulawesi Tengah,  masa  kerja  lima Tahun berikutnya.

“Sesuai  hasil rapat  konsolidasi  di laksanakan ketua DPC dan   seluruh jajaran pengurus  Partai  Demokrat kabupaten Poso. Kami telah  mengajukan   nama  Drs. H. Anwar  Hafid. M,Si,  untuk  memimpin kembali  kepengurusan Partai  tingkat  (DPD)  masa kerja  lima Tahun,” Ujar  Dra.  Nilawati  S. Lukman, Sekretaris  Partai Di Kabupaten Poso, kepada media 50detik.com. Kamis, (10/6) 2021

Terpisah – Selain   rekomendasi   dari Kabupaten Poso, Anwar Hafid menyampaikan bahwa  dirinya   telah  menerima pula sejumlah rekomendasi yang sama dari  jajaran pengurus DPC pada   13 Kabupaten/Kota Se – Sulawesi Tengah. Surat  rekomendasi  yang di terima mantan Bupati Morowali  tersebut, berupa pernyataan  dukungan  agar Anwar Hafid bersedia maju kembali  sebagai  calon  ketua  DPD  partai  besutan  Susilo  Bambang Yudoyono  (SBY)  ini pada pemilihan ketua DPD Partai Demokrat Tahun Ini.

 

“Benar saya telah menerima  surat dukungan dari   DPC Poso. Surat yang sama saya terima juga dari  pengurus   Kabupaten/Kota  Partai Demokrat Se – Sulteng. Surat itu berisi dukungan  untuk persiapan  calon ketua  DPD  Partai Demokrat Di Sulawesi Tengah. Secara pribadi saya mengucap  syukur kepada Tuhan  Yang Maha Esa dengan kepercayaan telah di berikan. Saya juga berterima kasih kepada  seluruh  jajaran  rekan-rekan  DPC yang telah  memberikan  kepercayaan seperti ini.

Kita  tahu bersama  bahwa untuk  memimpin  partai  sebesar  Partai  Demokrat  bukanlah  hal yang mudah dan hal itu  sudah  saya rasakan  selama  ini. Tetapi jika Allah Tuhan Yang Maha Kuasa  memberikan tanggungngjawab melalui  suara rekan-rekan pengurus. Maka bagi saya hal itu adalah amanah yang harus kita emban dengan segala resikonya,”  Tanggap anggota  DPR Pusat  yang getol  memperjuangkan hak –hak rakyat itu, kepada  wartawan media ini.

Di ketahui, Drs. H. Anwar Hafid, M,Si adalah  putra  kelahiran Desa Wosu (Bungku Barat )  Kabupaten Morowali, 14 Agustus 1969. Memulai  karier sebagai  seorang kepala desa, merangkak  ke atas sebagai  camat  ketika itu.  Karier Anwar Hafid mentok  di birokrasi  sebagai  Asisten Bagian  pemerintahan di Kabupaten  Luwu Timur,  Sulawesi Selatan.

Mengawali  kerja  politik Tahun  2007.  Anwar Hafid  mempertaruhakan  nasib  liwat  pemilihan kepala daerah (Bupati) Kabupaten Morowali  (Sulawesi Tengah) dan berhasil terpilih pada Tahun itu juga. Kesuksesanya  memimpin  Kabupaten Morowali di periode pertama, akhirnya  mengantarkan namanya   kembali   memimpin  Kabupaten Morowali Pada  periode  kedua, dengan perolehan dukungan  suara  mencolok  (2013 – 2018).

Konsep gemilang   membangun  ekonomi  rakyat dan  daerah  selama 10 Tahun  berdasarkan indikator  peningkatan  pendapatan  ekonomi per kapita Kabupaten Morowali. Prestasi ini   yang   akhirnya  membawa pria sederhana dan murah senyum itu  dengan mudah  melenggok ke  senayan  sebagai  anggota  DPR – RI Fraksi Partai   Demokrat  Tahun 2019 sampai dengan sekarang.

Sejak  terjun ke dunia  politik dan  di percaya   memegang  tongkat ketua DPD.  Maka saat   itu pula  Anwar Hafid  mengembangkan  sayap  Partai Demokrat di  Sulawesi tengah. Satu per satu kader  terbaik di rangkul  oleh pria  dari desa   Wosu tersebut. Dan hasilnya, Partai  berlambang  Mercy  ini,  tidak  pernah  ketinggalan  membentuk Fraksi  di meja bundar Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Tengah sampai saat ini,****

Penulis : Ferdinand Puahadi