Anwar Hafid : Cita-Cita R.A Kartini, Menjadi Motivasi Bagi Kaum Perempuan

R.A. Kartini, pejuang hak Emansipasi perempuan. Menjadi Inspirasi Buku Denga Judul "Habis Gelap Terbitlah Terang"

50detik.com – Berbicara  tentang  perjuangan  persamaan hak  Gender  perempuan agar di setarakan dengan kaum pria. Cita – cita  besar  dan mulia dari  R.A Kartini  sebagai pencetus awal. Sekarang mulai terwujud dan  bisa di  saksikan pada pemberian hak-hak eksklusif  kepada  kaum awalnya tereliminasi.  Tetapi  sekarang sudah di jamin  Undang-Undang   agar perempuan bisa  memasuki  semua  tataran kehidupan bahkan di dunia politik.

” Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2007. Tentang penyelenggaraan Pemilu.  Telah  mengatur  bahwa  keterwakilan  perempuan  minimal  30%  supaya di libatkan  sebagai penyelenggara  pemilu. Ini  baru satu sisi  dan belum termasuk keikutsertaan mereka di parlemen. Semua Partai Politik  di wajibkan  menjalankan  Undang-Undang di maksud,” Terang  Anwar Hafid  menjabarkan.

Drs. H. Anwar Hafid. M, Si. Anggota MPR-DPR RI Dapil Sulteng

Politisi  dari  Partai Demokrat itu  menilai  bahwa  kaum Hawa saat ini. Apabila di tinjau   dari sisi kebijakan dan  kemampuan mereka. Tidak bisa  lagi  di kelompokan  sebagai kaum marginal karena di pemerintahan saja,  sejumlah tokoh,  telah  mengambil  posisi  strategis,  bahkan  beberapa diantaranya, telah berperan sebagai pemimpin partai  politik.

“Kita sebut saja ibu Retno Marsudi  (Menteri  luar negeri), Kemudian ibu Sri Mulyani (Menteri keuangan). Ini belum termasuk mereka yang menjabat di DPR, DPRD, bahkan  kepala  Daerah. Pemilihan kepala Daerah  2020. Khusus peserta dari kandidat perempuan. Untuk Sulawesi Tengah,  ada dr. Verna GM Inkiriwang  yang  terpilih  sebagai bupati Kabupaten Poso saat ini. Ini belum  termasuk kepala  daerah  di wilayah lain,” Urai Anggota  DPR-RI ini menjelaskan.

Dengan pengalaman di atas, ketua  Dewan Pimpinan Daerah (DPD) partai Demokrat  Provinsi Sulawesi tengah itu. Mengajak para pejuang Kartini muda yang ada. Untuk mempersiapkan  diri  sedini  mungkin, supaya  di  pesta  demokrasi  2024. Potensi  tersebut  dapat di ikutsertakan melalui  pemilihan legislatif, bupati/walikota, bahkan gubernur.

“Kaum perempuan sekarang harus  mampu  mewujudkan  cita-cita  mulia dan harapan perjuangan  R.A. Kartini dimasa itu. Jangan  takut untuk bersaing dengan siapapun. Kalau ada kesempatan maka  gunakan peluang tersebut untuk mengembangkan potensi diri masing-masing. Karena umur kita tidak akan menunggu pada kesempatan berikutnya,” Kata pejuang Demokrat ini memberi semangat.

dr. Verna GM Inkiriwang. Perwakilan Perempuan Yang Terpilih Sebagai Bupati Kabupaten Poso Pilkada 2020

Sekilas tentang  Raden Adjeng atau di kenal juga  Raden Ayu  (R.A) Kartini. Adalah sosok  perempuan kelahiran  Jepara, 21 April 1879. Dalam  perjalanan kehidupanya, R.A. Kartini, adalah seorang aktivis yang  sangat  getol  memperjuangkan  perempuan pribumi agar memperoleh hak yang sama  menerima  pendidikan, setara dengan laki-laki.

Atas perjuanganya tersebut, R.A Kartini  akhirnya  menerima anugerah penghargaan dari pemerintah Indonesia   sebagai  Pahlawan Kemerdekaan  Nasional  2 Mei  1964.  Keputusan presiden (Kepres) Presiden Soekarno dengan Nomor 108 itu,  sekaligus  menetapkan hari kelahiran pejuang perempuan “berdarah biru” (Bangsawan jawa).Tanggal  21 April. Di tetapkan  sebagai hari besar nasional, dan di peringati setiap Tahun. Dan di kenal saat ini  sebagai peringatan hari  R.A. Kartini.

R.A Kartini bernama lengkap  Raden Ajeng Kartini Djojo Adhiningrat. Ayahnya adalah  bupati Jepara, R.M. Sosroningrat, putra dari  Ario Tjondronegoro IV. Ibunya bernama M.A. Ngasirah, anak dari  seorang Kiai atau guru agama di Telukkawur Jepara. Ngasirah  keturunan Kiai dan bukan keturunan seorang bangsawan.

Perjuang hak  emansipasi perempuan pribumi ini  wafat dalam usia masih sangat muda. Tanggal 17 September 1904  di usia 25 Tahun.Tetapi  berkat  jasa-jasa memperjuangkan kaumnya, Nama R.A. Kartini Tidak  akan pernah pudar dari catatan sejarah bangsa ini. Salah satu  buku R.A. Kartini  yang sangat terkenal berjudul “Habis Gelap Terbitlah Terang”.

Penulis : Ferdinand Puahadi

 

Pos terkait