Laporan: Rahmat Pratama

Majene. 50detik.com – Gempa tektonik dengan kekuatan 6,2 magnitudo jum’at (15/1/2021) sejitar pukul 2.30 telah nemporakporandakan wilayah Majene dan Mamuju.

Warga di dua wilayah itu mengungsi di daerah ketinggian, karena takut isu ancaman tsunami, terlebih lagi daerah tersebut pernah dihantam tsunami tahun 1969.

Akibat gempa tersebut, tak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga bangunan rumah warga maupun bangunan berlantai banyak yang hancur.

Salah satu rumah yang hancur akibat gempa tersebut adalah rumah mantan Kepala Desa Mekkatta. Muhardi, BA — alumni IAIN alauddin Ujungpandang di Majene, dan saat ini bersama keluarga memilih membangun tenda di puncak gunung Mekkatta. dan satu lainnya M. Kasim, BA juga rumahnya di Maliaya hancur bagian belakang, dan memilih mengungsi ke rumah keluarga di Bababulo Pamboang.

Mengetahui hal itu, para alumni IAIN bergerak membangun komunikasi untuk memberi donasi untuk meringankan beban sebagai bentuk soliditas.

Adalah Dra Hj. Nailah Majid, MHi, Nahdiati Kawu, BA, Dra Nahara Harun, Dra Muhniah Musa, Rahmatia UA, BA dan sejumlah alumni lainnya bersepakat untuk untuk membuka dompet peduli gempa.

Nailah Majid yang bertugas sebagai Hakim Pengadilan Agama Polewali Mandar, mengaku telah menginformasikan kepada seluruh alumni melalui grup whats app.

“Saya tunggu info dari teman-teman semua saya sudah bikin juga list di WA group alumni faksyar 83,” ungkap nailah melalui pesan facebook.