Aksi Demonstrasi di Depan Gedung KPK Jakarta, Minta Bupati Buol di Periksa

Laporan : Suleman Dj.Latantu

BUOL.50DETIK.COM. MIRIS ! Kesatuan Pemuda Anti Korupsi (KEPAK) Kabupaten Buol, melakukan aksi demonstrasi di depan Gedung KPK Jakarta, Rabu 03 November 2021

Dalam aksinya yang dipimpin Korlap Sudiono, dan siarkan stasiun Televisi Swasta Nasional (CNN), KEPAK mendesak KPK RI memanggil dan memeriksa Bupati Buol H.Amirudin Rauf, terkait sejumlah permasalahan yang disebabkan kebijakanya selama ini yang dinilai kontradiktif.

Sejumlah permasalahan itu antara lain ; soal ganti rugi tanah milik pribadi H.Amirudin Rauf ( Bupati Buol ), pembangunan Mesdjid Agung Buol, rehabilitasi berat Kantor Bupati,  kebijakan ganti rugi tanah nelayan, program tanah untuk rakyat (Taura) serta bentuk kebijakan lainnya.

“Kami minta KPK RI agar segera memanggil sekaligus memeriksa Bupati Buol terkait permasalahan tersebut. Menyusul adanya laporan yang telah disampaikan sebelumya kepada lembaga KPK RI” tandas Sudiono dalam orasinya sebagaimana yang disiarkan melalui saluran Televisi CNN.

Ironisnya,  sejumlah permasalahan krusial yang menjadi topik pemberitaan Televisi Swasta Nasional, mencuat saat jelang  berakhirnya masa Jabatan Bupati Buol H.Amirudin Rauf pada Oktober 2022.

Selain permasalahan tersebut, juga sebelumnya  permasalahan yang paling krusial menjadi  topik hangat pemberitaan media cetak dan online adalah terkait dugaan kecurangan seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) tahun 2021 dilaksanakan panitia penyelenggara dari BKN bersama  BKPSDM Buol. Dan menyusul dugaan kecurangan itu justru berimbas pada penon aktifan Mohammad, dari Jabatanya sebagai Kepala BKSDM Buol.

Penonaktifan Kepala BKPSDM Buol itu, adalah kebijakan Bupati Buol H.Amirudin Rauf dengan tujuan untuk kepentingan proses penyelidikan sekaligus pengamanan titik lokasi penyelenggaran seleksi di kantor BKSDM Buol terkait dugaan adanya kecurangan tersebut.

Menyusul langkah selanjutnya, Bupati Buol H.Amirudin Rauf melakukan manuver melaporkan dugaan kecurangan tersebut ke Kantor Regional BKN Makasar dan ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) Pusat. Atas laporan tersebut, akhirnya pihak BKN pusat melakukan penyelidikan dan hasilnya secara terbuka disiarkan oleh salah satu stasiun Televisi Swasta Nasional (Metro TV ). Dan melalui siaran pemberitaan itu  Kepala BKSDM Buol non aktif  Muhamad diklaim sebagai salah satu oknum pejabat yang melakukan kecurangan tersebut.

Belum tuntas permasalahan dugaan kecurangan seleksi CASN, selang beberapa hari kemudian, muncul lagi siaran pemberitaan stasiun Televisi Swasta Nasional ( TV One) yang menyoroti dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) swakelola satuan pendidikan tahun 2020 sebagaimana hasil temuan BPK RI perwakilan Sulteng. Menyusul permasalahan DAK tersebut, saat ini sedang dalam proses penyelidikan Tifikor Polres Buol ***

 

Pos terkait