Laporan: Pratama

Majene, 50detik.com- Gempa dengan kekuatan 6,2 magnitudo yang melululantahkan Kota Mamuju dan wilayah Mekkatta Malunda Majene pekan lalu seakan menyadarkan kita semua bahwa ada kekuatan dan kekuasaan yang tidak bisa dibendung oleh manusia.

Gempa itu tak hanya menimbulkan kerusakan sejumlah bangunan, tetapi juga membawa korban jiwa hingga lebih 100 orang di dua daerah bertetangga Majene dan Mamuju.

Kewas-wasanpun timbul karena munculnya isu berseliwerang akan prediksi BMKG kemungkinan terjadinya gempa susulan yang berpotensi tsunami, karena itu, tak heran kalau kemudian dzikir dan doa bersama menggema dari ruang masjid Nurul Abrar Majene.

Gema dzikir itu dikumandangkan bersama lebih dari 300 jamaah yang dipandu Imam Masjid Besar Nurul Abrar Drs H A Majid Jalaluddin, LC MH yang juga mantan Ketua Pengadilan Agama dibeberapa daerah.

Menurut Drs Hj Nailah Majid, MH, acara dzikir dan doa bersama, Kamis (28/1) tersebut merupakan ide kelpmpok majelis ta’lim As’adiyah Labuang serta jamaah Masjid Nurul Abrar kerjasama dengan BKMT Majene.

Menurut Nailah Hakim PA Polman itu, kegiatan yang bertajuk permohonan kepafa Ilahi rabbi agar terhindar dari bencana, dihadiri Bupati Majene diwakili staf ahli Bustamin.

Sementata itu, Ketua BKMT hj Najibah Bachyt Fattah, SAg, MPd mengungkapkan, semoga dengan dzikir dan doa musibah segera berahir dengan kebaikan.