Pelepasan Siswa MTs dan MA DDI Sarudu, Pesan Kuat: Jangan Putus Menuntut Ilmu

Oplus_131072

Pasangkayu,50detik.com – Suasana haru menyelimuti acara pelepasan dan perpisahan siswa kelas IX MTs DDI Sarudu dan kelas XII MA DDI Sarudu yang berlangsung khidmat, pada 5 mei 2026.

Momen perpisahan tersebut bukan sekadar seremoni akhir tahun ajaran , tetapi menjadi ruang penuh nasihat, doa, dan harapan bagi para santri yang akan melanjutkan perjalanan hidupnya.

Kegiatan ini dihadiri Pengawas Madrasah Kabupaten Pasangkayu, Dr. Masni Halimin, S.Ag., MA, pimpinan pondok DDI Sarudu Anregurutta KH Mahmud Abdul Lathif S.Pd.I, Camat Sarudu, Kepala KUA, kepala desa, serta wali santri.

Dalam sambutannya, pimpinan pondok KH Mahmud Abdul Lathif menegaskan agar para santri tidak berhenti menuntut ilmu.

“Jangan pernah berhenti belajar. Teruslah semangat meraih cita-cita kalian. Perjalanan kalian baru saja dimulai,” pesannya di hadapan ratusan santri dan wali yang hadir.

Sementara itu, Pengawas Madrasah Kabupaten Pasangkayu, Dr. Masni Halimin, mengingatkan pentingnya menjaga identitas sebagai alumni pesantren.

“Jangan sampai jadi alumni yang lupa daratan, lupa asalnya, lupa gurunya, dan lupa pondoknya. Jaga selalu adab, sopan santun, serta lanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” ujarnya.

Momen yang paling menarik perhatian datang saat tausiyah disampaikan Kyai Malik, pimpinan Pondok Pesantren Thoriqul ‘Ulum, pembina di MTs DDI Sarudu sekaligus Sekretaris PCNU Pasangkayu.

Dalam ceramahnya, ia membagi alumni pesantren ke dalam empat kategori.

Pertama, Alumni Muttashil, yakni alumni yang tetap tersambung dengan kiai dan pesantren, rajin sowan, aktif dalam kegiatan alumni, serta ikut membantu perkembangan almamater.

Kedua, Alumni Munfashil, alumni yang mulai jarang hadir namun masih menjaga komunikasi dan mendoakan pesantrennya.

Ketiga, Alumni Munqathi’, yakni alumni yang terputus total dari almamater, tak lagi menjalin hubungan maupun terlibat dalam kegiatan pesantren.

Keempat, yang disampaikan dengan gaya humor namun penuh makna, yakni Alumni Dhorotho atau “alumni kentut”, keluar lansung lenyap ,alumni yang justru menjelek-jelekkan almamater, guru, dan pesantrennya sendiri.

“Alumni jenis pertama dan kedua insyaAllah mendapat keberkahan. Sedangkan alumni jenis ketiga dan keempat dikhawatirkan kehilangan keberkahannya,” tegas Kyai Malik yang disambut tawa sekaligus tepuk tangan hadirin.

Acara pelepasan berlangsung penuh khidmat. Sejumlah santri dan wali tampak meneteskan air mata saat prosesi penyerahan kembali siswa kepada orang tua, menandai berakhirnya masa belajar mereka di lingkungan pesantren.

Perpisahan ini menjadi penanda akhir sebuah perjalanan, sekaligus awal langkah baru bagi para alumni MTs dan MA DDI Sarudu untuk membawa ilmu, adab, dan nama baik almamater ke mana pun mereka melangkah. (*)

Pos terkait