POSO, 50detik.com – Ribuan jemaat Effrata Malei, Kecamatan Lage, Kabupaten Poso. Telah berkumpul pada Rabu malam, (24/12/2025). Untuk menghadiri Natal Umum sebagai peringatan kelahiran Yesus Kristus yang disebut juga Mesias, raja damai.

Pendeta Sudirman Tokio. S.Th. menyebut bahwa kedatangan Yesus Kristus kedunia, tidak sedikitpun menampakan kemegahan sebagaimana statusnya sebagai putra Natal yang membawa suka cita dan janji keselamatan bagi umat manusia,
“Kelahiran Kristus di kandang domba memberi pesan kuat kepada seluruh umat manusia tentang kasih Allah tanpa syarat. Sekaligus panggilan bagi kita semua agar mampu memahami hidup pada konteks kesederhanaan, dan saling mengasihi.
Kelahiran putra Natal yang kita rayakan hari ini, tidak semata membawa janji keselamatan umat manusia, tetapi juga telah memberi contoh kongkrit, tentang arti kesederhanaan melalui proses kelahirannya.,” Tutur Pendeta Sudirman Tokio dalam khotbahnya.

Pada bagian lain di terangkan pula bahwa berita suka cita tersebut, dimana Allah sendiri yang memberitakan melalui perantaraan malaikatnya, kepada para gembala agar pergi melihat seorang anak yang di bungkus dengan kain lampin pada sebuah kandang di Betlehem.
Disebutkan bahwa seorang malaikat muncul di hadapan para gembala yang sedang berjaga di malam hari, membawa kabar baik dan berkata: ” Hari ini telah lahir bagimu seorang juru selamat, yaitu Kristus Tuhan di kota Daud. Bayi itu akan dibungkus dengan lampin, dan terbaring di palungan.”
Bagi umat Nasrani, kelahiran Yesus Kristus adalah jembatan sekaligus puncak dari kasih Allah yang tidak terbatas guna memberi kesempatan kepada seluruh umat manusia yang percaya kepada – NYA. Agar masih mendapat ruang untuk memasuki kerajaan Allah yang kekal, dan tak berkesudahan.
Sementara Pendeta Lizet Arni Manga. S.Th menyebut bahwa perayaan natal merupakan pesan damai dengan semua orang. Menyambut kelahiran sang Raja Damai tidak harus di maknai dengan berbagai tampilan kemegahan duniawi. Tetapi yang lebih penting adalah ucapan syukur dan kerendahan hati setiap orang. Sebagaimana Kristus telah memberi contoh nyata tentang kerendahan hatinya, melayani selama bersama – sama dengan manusia.
“Yesus Kristus telah menjadi teladan bagi umat manusia, tentang bagaimana menterjemahkan arti kerendahan hati yang sesungguhnya. Dan kita semua berharap bahwa dengan perayaan Natal tahun ini. Tidak semata kita rayakan sebagai kegiatan seremonial setiap bulan Desember, tetapi setiap keluarga akan mampu memaknainya dengan kesanggupan kita untuk berdamai dengan semua orang,” Jelas Arni Manga.
Pendeta Lizet menerangkan bahwa tolok ukur Natal bukan di ukur dari kemampuan setiap orang membeli baju baru, atau kemegahan lainya, tetapi akan lebih bermakna jika umat manusia mampu meneladani kesederhanaan dan kerendahan hati sang Mesias.
Gedung gereja yang cukup luas hampir tidak mampu menampung jemaat dan beruntung cuaca sangat baik, sehingga mereka masih bisa mengambil kursi dari rumah warga terdekat, sebagai tempat duduk untuk mengikuti prosesi ibadah Natal Tahun 2025. (Fer).





