Laporan : Ferdinand Puahadi
POSO, 50detik.com – Jemaat Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST) Efrata Malei, Kecamatan Lage, Kabupaten Poso. Pada Minggu, (8/6) 2025. Telah melakukan ibadah di alam terbuka (Ibadah Padang), berlokasi di pantai wisata Desa Matako, Kabupaten Touna.
Kegiatan ibadah tersebut, bertujuan untuk memperkokoh keimanan dan persatuan jemaat itu sendiri. Di tempat ini, ibadah di pimpin langsung Pendeta Pdt) Elisabet Daora. S. Th.
Pada Khotbahnya, Pdt. Elisabet Daora, mengambil ayat Alkitab pada Mazmur 90:12 tentang nasihat agar manusia mendapat pengajaran agar selalu memiliki hati yang bijaksana ketika manapaki kehidupanya yang Tuhan berikan di dunia.
Dalam uraianya, Pdt. Elisabet Daora, menyampaikan terima kasih atas topangan yang telah diberikan jemaat terhadap pelayanan Gereja selama ini. Perempuan hamba Tuhan yang selalu berpenampilan sederhana ini turut memberikan apresiasi atas kerjasama yang telah ditampilkan jemaat, dan warga desa Malei pada umumnya.
“Saya berterima kasih kepada seluruh jemaat (GKST) Efrata Malei, yang terus mendukung pelayanan Gereja sehingga kita telah melewati Tahun 2025 dengan penuh suka cita dan damai sejahtera dari Allah Tuhan Yang Maha Esa,” Tutur Elisabet Daora, pada khotbah singkatnya.
Diketahui, bahwa perempuan yang di anugerahi sebagai hamba Tuhan ini. Merupakan pribadi yang kokoh dan sukses setiap menerima mandat memimpin jemaat dimanapun Dia bertugas selama ini.
Kesan sukses tersebut yang kemudian menggiring jemaat untuk terus memberikan dukungan dalam pelayananya di Gereja Efrata Malei Lage.
Dalam beberapa waktu kedepan, jemaat ini, akan melakukan pentahbisan Gereja sebagai hasil inisiator dari Pdt. Elsabet Daora.
Banyak kisah sukses yang telah di torehkan perempuan yang selalu teguh dengan prinsip pelayananya, untuk kemajuan itu jemaat.
Berkat perencanaan yang matang, maka jemaat yang wilayahnya terletak di perbatasan kabupaten Poso dan Kabupaten Touna ini, telah berhasil merenovasi Gerejanya sebagai ucapan syukur atas kasih dan pertolongan Tuhan dalam kehidupan keluarga dan warga yang memiliki multi etnis dan keyakinan ini. (*)





