Anwar Hafid : Lembaga Keagamaan Bagian dari Pilar Pembangunan

Ketum Sinode GKST. Sulteng, (Pdt) Jagarano Tasiabe Bersama Anggota DPR-MPR (RI) Drs. H. Anwar Hafid. M,Si saat pertemuan di kantor Sinode GKST. FOTO : Ferdinand Puahadi

Laporan : Ferdinand Puahadi

50detik.com – Drs. H. Anwar Hafid. M,Si.  Anggota DPR – MPR (RI) dari  Partai Demokrat, Dapil Sulawesi Tengah (Sulteng). Baru saja melakukan  kunjungan silaturahmi kepada jajaran pengurus Sinode Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST) Tentena.

Di tempat ini, Anwar Hafid dan rombongan, di terima langsung  ketua umum (ketum) Sinode, Pendeta (Pdt) Jadarano Tasiabe, dan pengurus tinggi lainya. Adapun yang mewakili pemerintah, adalah PLT. Sekertaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Frits Sam Purnama Kandori, SH,MH.

Foto Bersama Di Kantor Sinode Tentena. FOTO : Ferdinand Puahadi

Pertemuan yang berlangsung sekitar dua Jam ini, banyak  membahas  peran lembaga keagamaan dan bagaimana pemerintah menyikapinya. Setelah mendengar berbagai saran dan masukan. Perwakilan suara rakyat ini berjanji akan menindaklanjutinya dengan menyampaikan beberapa pokok persoalan baik kepada bupati maupun gubernur Sulteng.

“Kebetulan untuk  bupati Poso, maupun gubernur Sulteng, saya punya hubungan baik.  Beberapa  masukan di sampaikan tadi, saya akan berusaha memperjuangkanya,” Kata Anwar Hafid di hadapan Sinode.

Anwar Hafid Bersama Ketum Sinode GKST Sulteng. FOTO : Ferdinand Puahadi

Ia juga menyikapi  sebaran pelayanan GKST  yang tidak bisa lagi di kategorikan  hanya wilayah Tentena dan sekitarnya. Pertimbangan tersebut penting karena berpengaruh pada penentuan kepada siapa  seharusnya Sinode bermohon ketika membutuhkan  bantuan  pemerintah,.

“Saya melihat wilayah kerja Sinode GKST saat ini sudah kategori lintas daerah. Selama ini mungkin orang berpikir hanya di Tentena. Padahal  lembaga ini ada juga gerejanya di Mangkutana dan beberapa daerah lain, yang sudah masuk wilayah  Sulawesi Selatan. Jika indikator tersebut kita gunakan, berarti tanggungjawab  kewenanganya seharusnya di  tangan pemerintah Provinsi,” Jelasnya.

Politisi dari Partai Demokrat  itu sangat  terkejut mendengar penjelasan  Pendeta (Pdt) Jadarano Tasiabe  sebagai ketua umum (ketum) Sinode Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST). Yang menyampaikan  bahwa  ada 750  guru  honor  yang di biayai Sinode, sementara anggaran di miliki  begitu  terbatas.

” Kalau kita bicara Sulteng, maka ada dua lembaga yang memiliki pengikut besar yakni Alkhaerat dan Sinode GKST, baru  menyusul lembaga lainya. Jika organisasi  sebesar ini hanya di tangani kabupaten yaa sudah pasti  daerah tidak akan mampu menanggulangi kebutuhanya,” Tanggap mantan Bupati Kabupaten Morowali itu.

Anwar Hafid Bersama Wasekum Sinode GKST Sulteng. FOTO : Ferdinand Puahadi

Menurut  legislator yang getol menyuarakan harapan rakyat ini. Menyangkut keberadaan lembaga keagamaan. Tidak bisa di pungkiri bahwa  andil dan partisipasinya  membangun daerah sudah cukup besar hampir di berbagai bidang kemasyarakatan,

“Kita sebut saja bidang pendidikan sebagai contoh. kalau tidak ada inisiatif dari  lembaga keagamaan membangun infrastruktur sekolah. Kira-kira  berapa  anggaran harus di siapkan  pemerintah untuk memenuhi kebutuhan seperti itu. Dengan kontribusi demikian, maka di butuhkan  kejelian semua pihak untuk  membaca potensi tersebut dengan cara  saling menopang agar  tercapai sasaran yang di harapkan. Organisasi keagamaan adalah pilar pembangunan dan harus mendapat perhatian serius dari pemegang kewenangan,” Ujarnya.

Pos terkait